Media forwakatipikor.com Klarifikasi Kesalahpahaman Pemberitaan Yang Dikutip Dari YouTube Gritvnews
Batu Bara // Polemik pemberitaan terkait dugaan perjudian di arena pasar malam Sei Bejangkar, Kabupaten Batu Bara, akhirnya memasuki babak baru. Media forfakatipikor.com menyampaikan klarifikasi kesalahpahaman pemberitaan sebelumnya yang sempat menyeret nama YouTube gritvnews dan oknum anggota dari Tentara Nasional Indonesia.
Dalam keterangannya, pihak forwakatipikor.com bahwa pemberitaan yang dimuat sebelumnya menimbulkan polemik sejumlah pihak, termasuk media gritvnews terkait liputan YouTube terkait dugaan aktivitas perjudian di arena pasar malam Sei Bejangkar.
Pihak redaksi forwakatipikor.com menyatakan bahwa pemberitaan tersebut seharusnya tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami menyadari bahwa pemberitaan yang dimuat sebelumnya telah menimbulkan polemik dan dapat menimbulkan persepsi yang keliru terhadap YouTube gritvnews maupun oknum TNI dalam pemberitaan tersebut,” ujar perwakilan redaksi dalam klarifikasinya.
Pihak forwakatipikor.com juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada redaksi YouTube gritvnews serta kepada oknum TNI atas pemberitaan yang dinilai kurang berimbang tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada redaksi YouTube gritvnews dan kepada oknum TNI apabila pemberitaan kami sebelumnya menimbulkan ketidaknyamanan ataupun kesalahpahaman di tengah masyarakat,” lanjut pernyataan tersebut.
Sementara itu, redaksi YouTube gritvnews menegaskan bahwa pemberitaan yang diterbitkan sebelumnya merupakan hasil liputan reporter langsung di lapangan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian jurnalistik melalui penggunaan istilah “diduga” serta permintaan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan pengecekan terhadap aktivitas yang terjadi di lokasi pasar malam tersebut.
Sejumlah pemerhati pers di Kabupaten Batu Bara menilai langkah klarifikasi yang dilakukan oleh forwakatipikor.com merupakan sikap yang tepat dalam menjaga profesionalisme dan integritas dunia jurnalistik.
Mereka menegaskan bahwa dalam praktik pers yang sehat, mekanisme klarifikasi, hak jawab, dan koreksi merupakan bagian penting untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, diharapkan polemik yang sempat berkembang dapat diselesaikan secara profesional sehingga fungsi pers sebagai penyampai informasi kepada masyarakat tetap berjalan secara objektif dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
(Redaksi)


