Patroli Blue Light Dini Hari, Polres Batu Bara Perketat Pengamanan Jalinsum Antisipasi 3C
Personel Polres Batu Bara kembali mengintensifkan patroli kota rutin melalui kegiatan Blue Light Patrol menggunakan kendaraan roda empat, Rabu (11/2/2026) dini hari. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) serta berbagai bentuk kejahatan jalanan lainnya di wilayah hukum Polres Batu Bara.

Patroli yang dimulai pukul 00.30 WIB hingga selesai tersebut dipusatkan di sejumlah titik rawan, khususnya di kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di sekitar Pintu Tol Lima Puluh. Wilayah ini dikenal sebagai jalur strategis dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi, termasuk pada malam hingga dini hari.
Kegiatan patroli dilaksanakan oleh AIPDA Oky Hasibuan dan BRIPDA Justin Siahaan dengan menggunakan satu unit kendaraan dinas R-4 Sat Samapta Isuzu D-Max. Dengan menyalakan lampu rotator biru (blue light), kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan efek cegah dan tangkal terhadap potensi tindak kriminalitas.
Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan arus lalu lintas, patroli dialogis secara terbatas, serta pengawasan terhadap kendaraan yang melintas guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Patroli ini juga menyasar potensi gangguan kamtibmas seperti aksi begal, pencurian kendaraan bermotor, serta tindak kriminal lainnya yang kerap terjadi pada jam-jam rawan.

Hingga patroli berakhir, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sepanjang rute Jalinsum Lima Puluh terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan menonjol maupun kejadian kriminal selama kegiatan berlangsung.
Polres Batu Bara menegaskan bahwa patroli rutin Blue Light akan terus digelar secara berkelanjutan, khususnya pada jam-jam rawan, sebagai bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayahnya.
Upaya preventif ini sekaligus menjadi bagian dari strategi kepolisian dalam membangun kehadiran negara di tengah masyarakat, terutama di titik-titik vital dan jalur utama yang berpotensi menjadi sasaran tindak kejahatan.(Boys-3)


